Al-Hijr dan Bintang Sirius

PETRA DAN BINTANG SIRIUS

Al-Ĥijr:

80 – Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,

81 – dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,

82 – dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu dengan aman.

83 – Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi,

84 – maka tak dapat menolong mereka, apa yang telah mereka usahakan.

Di bible, kota al-hijr ini disebut Sela ( מסלע ), yang artinya Batu (Yesaya 16:1). Sela dalam bahasa jawa juga berarti batu. Kemudian, uniknya kota ini berubah nama menjadi Petra, dalam bahasa greek, artinya batu. Inilah yang dimaksud sebagai ayat yang dilestarikan.

Nama lain dari kota ini adalah “Rekem”, tulisan Rekem ini ditemukan di sebuah inskripsi pada dinding batu Wadi Musa. Rekem, berasal dari nama flora yang disebut rukma (Mesua Roxburghii – latin), daunnya berwarna merah muda, sebagaimana warna bangunan dan bebatuan di wilayah ini.

Situs ini tidak pernah diketemukan oleh dunia barat hingga 1812, ketika pengelana dari Swiss, Johann Ludwig Burckhardt menemukannya untuk pertama kalinya. Situs ini digambarkan seperti “sebuah kota mawar merah yang antik”.

Penyembahan tuhan-tuhan selain Allah (idolatry), menjadi penyebab datangnya azab Allah, diantaranya dari temuan arkeologi, di kota ini terdapat bukti penyembahan dushara dan al-‘uzza (ISIS).

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Dushara

Dushara, atau dusares, sebagaimana ditulis di Epiphanius of Salamis (c.315–403) menyebutkan bahwa tiap tanggal 25 Desember dilakukan perayaaan keagamaan, untuk menghormati the virgin Khaabou (Chaabou) dan anaknya yang bernama Dushara. Remember something? 🙂

QOS-ALLAH

Menakjubkan, bahwa di situs ini juga ditemukan sebuah prasasti yang lebih tua, bertuliskan Qos-Allah, Qos-Milk. Para arkeolog mengartikan “Qos-Allah” sebagai “Qos the God”, dikatakan oleh mereka bahwa Qos berasal dari kata Qaush artinya Bow (busur). Ini sebuah kesimpulan yang keliru. Lalu apa arti sebenarnya dari prasasti ini?

Qos atau bow, sejak ribuan tahun lalu, termasuk yang dapat ditemukan di piramida mesir, adalah simbol bintang sirius, dimana lengkungan adalah simbol orbit. Sehingga makna “Qos-Allah, Qos-Milk” adalah Allah, is the Lord of Sirius. Milk berasal dari kata melech, malik, artinya raja. Mengejutkan bukan, bahwa nama Allah sesungguhnya telah ada sebelum quran diturunkan. Di quran, kita dapat menemukannya di surat an-najm (an-najm artinya bintang), sbb:

And that it is He who is the Lord of Sirius (QS An-najm : 49)

(Dan bahwasanya, Dia adalah TUAN dari bintang Sirius)

Rabb, seringkali keliru diterjemahkan sebagai tuhan, padahal tuhan di quran selalu disebutkan sebagai “ilah”. Rabb, tepat diartikan sebagai Lord atau Tuan.

Selanjutnya, dalam surat an-najm disebutkan, suatu ketika, rasululah melihat Jibril dalam wujud aslinya, datang dari bintang sirius yang jaraknya 8.6 tahun cahaya dari bumi, lalu mendekat hingga dua busur panah.

Maka jadilah dia DEKAT dua busur panah atau lebih dekat. (An-Najm:9)

Berapakah jarak 2 busur panah? Dua busur panah adalah periodical orbit dari 2 bintang sirius, Sirius A dan Sirius B, yang baru ditemukan di abad modern, yaitu 49.9 tahun, dan telah disebutkan di quran sejak 1400 tahun yang lalu. Inilah yang disebut di bible sebagai satuan perhitungan divine periode, yang disebut yobel. Bayangkan, betapa dahsyatnya penampakan Jibril yang saat itu di langit, hanya rasulullah yang saat itu diberi ijin melihatnya.

Bintang (An-Najm):

11 – Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

12 – Maka apakah kaum hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

Arti rootword syi’raa (sirius) syin-‘ayn-ra di quran adalah rambut, atau jalinan rambut (kepang). Dan terbukti diketemukan di abad 20, bahwa pergerakan sirius A dan B ini, membentuk sebuah pola seperti jalinan rambut (braided hair).

Apakah pentingnya Allah menyatakan dirinya sebagai Tuan dari bintang Sirius? Karena bintang sirius sejak masa nabi Nuh, setelah reda banjir besar, ditetapkan oleh Allah sebagai tanda perjanjian (covenant) dengan umat manusia. Dari bible kita dapatkan:

Gen 9:13

I do set my BOW in the cloud, and it shall be for a token of a covenant between me and the earth. (Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi)

Simbol sirius ini menjadi lambang perjanjian teguh umat manusia agar selalu mengingat bahwa tuhan mereka adalah “The One and the Only God” (monotheism), bukan ilah-ilah lainnya. Simbol Islam, yang kita percayai sebagai bulan dan bintang, bila kita tarik kesimpulan dari ayat quran dan sejarah, sesungguhnya adalah lambang bintang sirius, lambang perjanjian bagi umat manusia : Laa ilaha ilallah.

Bintang sirius, adalah the brightest star yang dengan mudah kita lihat dengan mata telanjang di langit, menjadi penanda yang tak lekang. Sebagaimana Nabi Nuh dan umat-umat berikutnya, manakala kita melihat bintang Sirius di langit, ingatlah perjanjian teguh kita denganNya, yang jiwa kita persaksikan saat kita berada dalam kandungan.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul, kami menjadi saksi”, agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.” (QS. Al-A’raf : 172)

Iklan
Standar